Maret 2019

Contoh Kesalahan Dalam Berbahasa Indonesia




Contoh:


Perancangan sistem informasi transaksi tabungan bank sampah garut adalah pengaplikasian dari sistem terkomputerisasi dalam bidang teknologi informasi. Ini membuktikan bahwa teknologi informasi dewasa ini telah menjadi bagian dari sebuah organisasi atau perusahaan. Di bank sampah garut juga teknologi informasi sangat penting bagi perusahaan. Diliat dari latar belakan sistem transaksi tabungan yang mulai rumit dalam penyimpanan data nasabah, pencarian data nasabah dan penghitungan tabungan, maka bank sampah garut memerlukan sebuah sistem informasi transaksi tabungan. Tujuan dari penelitian ini perancangan sistem  informasi transaksi tabungan bank sampah garut. Metodologi yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah dengan metodologi Unified Approach (UA). Aplikasi Sistem Informasi Transaksi Tabungan Bank Sampah Garut ini dapat mempermudah dan mepercepat pekerjaan teller dalam mengakomodasi transaksi tabungan dan laporan transaksi tabungan di Bank Sampah Garut serta pencarian identitas data nasabah.


Diliat --> Dilihat
latar belakan --> Latar Belakang
terkomputerisasi --> komputerisasi

Ringkasan BAB 1 : KONSEP DASAR BAHASA INDONESIA





  • Definisi Bahasa dan fungsi Bahasa
Bahasa adalah alat komunikasi.
Bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia, bukan bunyi yang dihasilkan alat lain.
Oleh sebab itu, bahasa itu manusiawi, artinya hanya manusia yang mampu menghasilkan bahasa.
  • Fungsi Bahasa


1. Fungsi utama bahasa adalah alat komunikasi (fungsi yang lain adalah sebagai fungsi ekspresif, fungsi estetis, fungsi informatif, fungsi khayalan/imajiner, dan fungsi emosional 

2. Dalam kegiatan ilmiah bahasa memiliki fungsi utama sebagai media komunikasi, ekspresif (produktif), informatif, dan reseptif. 


  • Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Dalam kedudukannya sebagai bahasa Nasional, bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai:


  1. lambang kebanggaan nasional
  2. lambang identitas nasional
  3. bahasa persatuan berbagai suku bangsa yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda
  4. bahasa perhubungan antara berbagai wilayah di nusantara.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki berbagai fungsi:
  1. sebagai bahasa resmi negara
  2. sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan
  3. sebagai bahasa perhubungan dalam hal mewujudkan kepentingan nasional
  4. sebagai bahasa pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.

  • Ragam Bahasa Indonesia
  1. Berdasarkan suasana: ragam bahasa resmi dan ragam bahasa nonresmi 
  2. Berdasarkan penggunaan: bahasa yang baik dan bahasa yang benar 
  3. Berdasarkan kebakuan: ragam bahasa baku dan ragam bahasa nonbaku
  4. Berdasarkan bidang penggunaan: ragam bahasa ilmiah dan ragam bahasa nonilmiah

  • Bahasa Indonesia yang Baik dan yang Benar
Penggunaan bahasa yang benar (baku) adalah penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.

Kaidah ini meliputi: 
  1. aspek tata bunyi (fonologi)
  2. tata bahasa (kata dan kalimat)
  3. kosakata (termasuk istilah)
  4. ejaan
  5. makna
  6. kelogisan. 
Penggunaan bahasa yang baik terlihat dari penggunaan kalimat-kalimat yang efektif, yaitu kalimat-kalimat yang dapat menyampaikan pesan/informasi secara tepat.

Kriteria penggunaan bahasa yang baik bertalian dengan:
  1. topik yang dibicarakan
  2. tujuan pembicaraan
  3. lawan bicara atau pembaca
  4. tempat 
  5. waktu pembicaraan

  • Kesalahan Umum Berbahasa Indonesia

Hiperkorek
Hiperkorek adalah kesalahan berbahasa karena “membetulkan” bentuk yang sudah benar sehingga menjadi salah. 
Contoh:
  1. utang  (betul)   menjadi   hutang  (hiperkorek)
  2. pigura   (betul)   menjadi  figura   (hiperkorek)
  3. jadwal  (betul)   menjadi   jadual  (hiperkorek)
  4. asas  (betul)   menjadi   azas  (hiperkorek)
  5. Ijazah  (betul)   menjadi  ijasah  (hiperkorek)
  6. Izin  (betul)   menjadi  ijin   (hiperkorek)
  7. zaman  (betul)   menjadi  jaman   (hiperkorek)
  8. khawatir   (betul)   menjadi    kuatir   (hiperkorek)
Pleonasme
Pleonasme adalah kesalahan berbahasa karena kelebihan dalam pemakaian kata yang sebenarnya tidak diperlukan.

Pleonasme ada tiga macam
  • Penggunaan dua kata yang bersinonim dalam satu kelompok kata
terjadi sejak April (benar)
terjadi mulai April    (benar)
mulai terjadi sejak April (pleonasme)

  • Bentuk jamak dinyatakan dua kali
kasus-kasus (benar)
kumpulan kasus (benar)
kumpulan kasus-kasus (pleonasme)
tarik-menarik (benar)
saling menarik (benar)
saling tarik-menarik (pleonasme)

  • Penggunaan kata tugas (keterangan) yang tidak diperlukan karena pernyataannya sudah cukup jelas

Contoh:
Teknologi telekomunikasi semakin maju ke depan.

Kontaminasi 
Istilah kontaminasi dipungut dari bahasa Inggris contamination (pencemaran). Dalam ilmu bahasa, kata itu diterjemahkan dengan ‘kerancuan’. Rancu artinya ‘kacau’ dan kerancuan artinya ‘kekacauan’.

Contoh kontaminasi imbuhan:
(meng+kesamping+kan)→mengesampingkan (benar)
(men+samping+kan)      →menyampingkan (benar) 
mengenyampingkan 
(kontaminasi)


Contoh kontaminasi frasa:

Kadang-kadang (benar)
Ada kala(nya) (benar)
Kadang kala (kontaminasi)

Berulang-ulang (benar)
Berkali-kali (benar)
Berulang kali (kontaminasi)


Perombakan Bentuk Pasif 

Penghilangan awalan di- untuk bentuk pasif yang seharusnya menggunakan awalan di-
Contoh:
Praktik kerja lapangan ini mahasiswa semester enam lakukan. (tidak baku)
Praktik kerja lapangan ini dilakukan oleh mahasiswa semester enam. (baku)

Penyisipan kata di antara dua kata dari sebuah frasa terikat

Contoh:
Pustaka itu peneliti akan rujuk. (tidak baku)
Pustaka itu akan peneliti rujuk. (baku)

Kesalahan berbahasa yang berhubungan dengan pemakaian kata tugas

Ketidaktepatan kata tugas yang digunakan
Contoh:
Hipotesis daripada penelitian ini terbukti. (tidak tepat)
Hipotesis penelitian ini terbukti.(baku)

Pemakaian kata tugas yang tidak diperlukan
Contoh:
Dalam penyusunan makalah ini dibantu oleh berbagai pihak. (tidak baku)
                Penyusunan makalah ini dibantu oleh  berbagai pihak. (baku)

Pengaruh bahasa daerah
Pengaruh bahasa daerah yang menimbulkan kesalahan dalam berbahasa Indonesia ada dua macam.

Pengaruh dalam pembentukan kata, yaitu pemakaian awalan ke- (yang seharusnya awalan ter- ) dan penghilangan imbuhan.

Contoh pemakaian awalan ke- :
kepakai, kesusun, keuji (tidak baku)
terpakai, tersusun, teruji (baku)

Contoh penghilangan imbuhan:

                Hasil penelitiannya beda dengan hasil penelitian saya.(tidak baku)
                Hasil penelitiannya berbeda dengan hasil penelitian saya.(baku)
                Data itu dipindah ke komputer lain.(tidak baku)
                Data itu dipindahkan ke komputer lain. (baku)

Pengaruh dalam susunan kalimat, penggunaan akhiran –nya

Contoh:
Lulusannya IT Telkom sangat diminati.(tidak baku)
Lulusan IT Telkom sangat diminati.(baku)

Pengaruh bahasa asing
Pengaruh bahasa asing yang menimbulkan kesalahan dalam berbahasa Indonesia ialah pemakaian kata tugas (kata ganti penghubung) seperti: yang mana, dimana, kepada siapa.

Contoh:

Instrumen yang mana baru disusun, telah disetujui pembimbing. (tidak baku)
Instrumen yang baru disusun, telah disetujui pembimbing. (baku)

Perusahaan seluler dimana penelitian ini dilakukan memiliki tim pengontrol kualitas yang handal. (tidak baku)
Perusahaan seluler tempat penelitian ini dilakukan memiliki tim pengontrol kualitas yang handal.(baku)

Tugas Bahasa Indonesia




Topik:

Bahaya Asap Rokok

Alasan:

Rokok yang selama ini membahayakan manusia juga tidak berdampak kepada yang merokok saja. Melainkan dengan orang yang terpapar dengan asap rokok juga. 

Padahal sebagian besar ormas islam yang ada di Indonesia mereka memfatwakan haramnya rokok karena rokok berdampak buruk bagi penggunanya.

10 Kesalahan Penggunaan Bahasa yang Sering Kita Jumpai





Sebagai penutur asli bahasa Indonesia, yang dibesarkan dengan bahasa Indonesia dan bersekolah menggunakan bahasa Indonesia, tidak menjamin bahasa Indonesia kita bersih dari segala kesalahan. Misalnya saja kesalahan-kesalahan penggunaan bahasa Indonesia yang sering kita jumpai di tempat umum ini.
Mulai dari kesalahan gramatikal seperti tidak tepatnya imbuhan, kesalahan ejaan, hingga kesalahan diksi yang membuat artinya melenceng dari makna yang diharapkan. Semuanya terangkum dalam 1o gambar berikut ini. Penasaran? Ayo scroll ke bawah.

10. Setelah Kencing, Harap Disiram
Jika kita teliti, ada unsur subyek yang dihilangkan dalam kalimat di atas. Kalimat tersebut kalau dituliskan dengan utuh akan menjadi “Setelah Anda buang air, kencing, atau BAB, harap disiram”. Karena masih berada dalam satu kalimat yang sama, subyek pada klausa kedua yaitu harap disiram, juga Anda. Jadi arti yang sesungguhnya dari kalimat di atas adalah harap siram orang yang telah buang air. Padahal yang dimaksud bukanlah demikian. Bisa-bisa orang itu marah nantinya.
Pembetulan: Mohon siram kloset setelah Anda buang air

9. Di Sini Jual Gas 3 Kg

Sekilas terlihat tidak ada yang salah dengan kalimat di atas. Tetapi jika kita teliti lagi dengan kajian sintaksis, maka kita akan melihat suatu kejanggalan, yaitu adanya subjek yang tidak tepat. Kata di sini seolah-olah berfungsi sebagai subjek, dengan kata jual sebagai predikat, dan gas 3 kg sebagai objek.
Pembetulan: Tersedia Gas 3 Kg di Sini

8. Beli Dua Dapat Satu

Siapa yang ingin beli dua barang tetapi hanya dapat satu? Padahal yang dimaksud adalah jika membeli dua barang, maka akan mendapatkan bonus satu barang lagi secara gratis. Terkadang ada pula yang mengganti diksinya menjadi beli dua gratis satu, tetapi itu pun sebenarnya masih ambigu. Sebab, beli dua gratis satu juga bisa ditafsirkan membeli dua barang, tetapi salah satunya digratiskan.
Kalau benar-benar beli dua, tapi dapat satu, rugi dong ya.
Pembetulan: Beli Dua Dapat Tiga

7. Toko Mas Ismoyo

Tanpa  melihat gambar di atas, mungkin kamu akan bertanya-tanya, memangnya Mas Ismoyo punya toko apa? Dalam KBBI, kata mas memiliki arti dua arti, yang pertama berarti emas, sedangkan yang kedua berarti kata sapaan untuk saudara laki-laki yang lebih tua. Untuk menghindari keambiguan, kata emas sepertinya lebih cocok digunakan daripada kata mas.
Menurut kamu bagaimana?
Pembetulan: Toko Emas Ismoyo

6. Foto copy

Photocopy atau fotokopi?
Keduanya sama-sama benar. Perbedaannya adalah kata photocopy merupakan kata dalam bahasa Inggris, sedangkan fotokopi adalah kata serapannya dalam bahasa Indonesia. Terkadang karena bingung tentang kaidah penyerapan dalam bahasa Indonesia, atau karena minimnya pengetahuan bahasa Inggris, kesalahan ejaan seperti ini sering sekali dilakukan.
Pembetulan: Fotokopi

5. Dilarang duduk dilantai

Di larang atau dilarang? Di lantai atau dilantai? Masih bingung tentang perbedaan di- sebagai imbuhan dan di sebagai kata depan? Ayo cek artikel berikut ini.
Pembetulan: Dilarang duduk di lantai

4. Terima Kost

Ada beberapa kesalahan dalam pamflet tersebut. Pertama, kata kost tidak ada dalam bahasa Indonesia. Kata yang benar menurut KBBI adalah indekos, yang berarti tinggal di rumah orang lain dengan atau tanpa makan (dengan membayar per bulan). Kedua, kost tidak bisa diterima, yang diterima adalah anak indekos, yang membayar untuk dapat tinggal di rumah tersebut.
Pembetulan: Menawarkan Jasa Indekos

3. Melayani COD

COD atau Cash on Delivery adalah istilah umum sekali bagi para konsumen toko online. Sering terlihat di banner di jalan raya yang mengiklankan toko online kenamaan dengan tulisan kami melayani COD. Padahal yang dilayani sebenarnya bukan COD, karena COD tidak bisa dilayani. Yang sebenarnya dilayani adalah konsumen yang ingin pembayaran dilakukan pada saat barang diterima.
Pembetulan: Menawarkan Layanan COD

2. Di Kontrakan

Di kontrakan, dikontrakan, dikontrakkan, atau di kontrakkan? Sebenarnya bagaimana sih penulisan yang benar?
Jika tidak melihat gambar di atas, mungkin pembaca akan berasumsi bahwa kata “di kontrakan” memberikan informasi bahwa seseorang sedang berada di rumah kontraknya. Padahal yang dimaksud adalah ada sebuah rumah yang akan disewakan oleh pemiliknya. Ada dua kesalahan dalam penulisan kata yang singkat ini. Satu, tertukarnya fungi di- sebagai imbuhan dengan di yang merupakan kata depan. Dua, pemberian afiks -kan yang tertukar dengan afiks -an.
Pembetulan: Dikontrakkan

1. Mie Ayam Jakarta

Semua orang sudah terbiasa dengan kata mie hingga tidak sadar bahwa kata mie sebenarnya bukanlah kata yang baku. Penulisan yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah mi tanpa huruf e. Kalau benar-benar dicari dalam KBBI, kita masih akan menemukan kata mie sih, tetapi hasil yang ditemukan adalah sebagai berikut.
mie: bentuk tidak baku dari mi
Dalam bahasa Indonesia tidak dikenal diftong ie. Diftong yang ada dalam bahasa Indonesia hanyalah ai, au, dan oi.
Pembetulan: Mi Ayam Jakarta

Nah, itulah 10 kesalahan penggunaan bahasa Indonesia yang sering kita jumpai di tempat umum. Setelah belajar tentang tata bahasa Indonesia, kamu mungkin akan mulai terganggu ketika menemukan kesalahan-kesalahan semacam ini di lingkungan sekitarmu.
Apakah kamu menemukan kesalahan-kesalahan lain yang belum tercantum di sini? Ayo bagikan di kolom komentar. Jangan lupa bagikan artikel ini di media sosial kamu juga ya. Semoga bermanfaat.

sumber: https://typoonline.com/blog/10-kesalahan-penggunaan-bahasa-yang-sering-kita-jumpai-di-tempat-umum/

Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )





Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kamus ekabahasa resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. Kamus ini menjadi acuan tertinggi bahasa Indonesia yang baku, karena merupakan kamus bahasa Indonesia terlengkap dan paling akurat yang pernah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki hak paten dari pemerintah Republik Indonesia yang dinaungi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Sejarah penerbitan

Edisi pertama (1988)

Edisi pertama adalah hasil pengembangan dari Kamus Bahasa Indonesia yang terbit pada tahun 1983. Kamus ini baru memuat 62.100 lema.

Edisi kedua (1991)

Edisi kedua adalah revisi pertama KBBI dan memuat 72.000 lema.

Edisi ketiga (2005)

Edisi ketiga memuat 78.000 lema. Menurut Dr. Dendy Sugono, Kepala Pusat Bahasa, kamus ketiga ini masih terasa banyak sekali kosakata yang belum masuk. Tetapi harap diingat bahwa KBBI adalah Kamus Umum berisi kosakata umum, sehingga dalam kamus tidak termasuk berbagai istilah. Untuk penggunaan kamus bidang ilmu tertentu Pusat Bahasa juga memiliki kamus Istilah.[1]

Edisi keempat (2008)

Edisi keempat memuat lebih dari 90.000 lema. Pada edisi ini KBBI diperkaya kosakata yang berasal dari kamus istilah, pada edisi ini kamus disusun berdasarkan paradigma.

Edisi kelima (2016)

Edisi kelima resmi diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pada 28 Oktober 2016 . Pada edisi ini, KBBI memuat 127.036 lema yang versi cetaknya setebal 2.040 halaman, hampir dua kali lipat versi sebelumnya, 1.400-an halaman. 


Kamus Besar Bahasa Indonesia daring

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi daring dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008 sebagai basis data yang digunakannya.
Bertepatan dengan peluncuran KBBI edisi kelima, KBBI V versi daring juga sudah diluncurkan di alamat kbbi.kemdikbud.go.id.
Bagi pengguna umum, tersedia fitur pencarian lema atau entri dalam KBBI, dan bantuan pencarian untuk entri yang tidak ditemukan. Sedangkan bagi pengguna yang terdaftar, tersedia fitur yang jauh lebih lengkap. Antara lain fitur pencarian entri berdasarkan huruf awal, popularitas entri, pencarian terakhir, kelas kata, ragam, bidang, dan bahasa.
Pengguna terdaftar juga bisa mencari tautan kata turunan, kata gabungan, peribahasa, dan idiom dari kata yang dicari. Selain itu, bisa mengusulkan entri, makna, dan contoh baru dalam KBBI, perbaikan entri, makna, dan contoh dalam KBBI, serta pencarian entri dengan frasa ketika membuat usulan. 

Pemutakhiran

Kamus Besar Bahasa Indonesia versi cetak akan dimutakhirkan setiap 5 tahun sekali, sedangkan versi daring akan dimutakhirkan setiap 6 bulan sekali.

 

sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kamus_Besar_Bahasa_Indonesia 


 


 

Mengenal PUEBI : Berbahasa Indonesia yang Baik




Dari EYD ke PUEBI, begini perubahannya


Kalau di pelajaran Bahasa Indonesia, kamu pasti sering berjibaku dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan). EYD ini nggak kalah susahnya seperti hitung-hitungan di Pelajaran Matematika. Setuju?
Nah kalau sekarang ini EYD sudah digantikan dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Perubahan ini terjadi melihat perkembangan yang terjadi dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seri.
Kini kita bisa mengaju pada PUEBI untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Berikut beberapa perubahan yang perlu kamu perhatikan:
Penulisan kata baku terbaru:
1. Assalamualaikum w.w.
2. Alquran
3. Azan
4. Zuhur
5. Isap
6. Merek
7. Nasihat8. Risiko
9. Gawai = gadget
10. Swafoto = selfie
11. Laman = website
12. Pos-el = email
13. Tetikus = mouse
14. Warganet = netizen
15. Narahubung = contact person
16. Pelantang = mikrofon
17. Salin rekat = copy paste
18. Luring = offline
19. Daring = online
20. Pratayang = preview
21. Peladen = server
22. Pramusiwi = baby sitter
23. KTP-el = e-KTP
24. Hektare
25. Kaus
26. Sirop
27. Saksama
Kata yang penulisannya dipisah:
1. di bawah
2. di atas
3. di samping
4. di antara
5. kerja sama
6. berkembang biak
7. terima kasih
8. orang tua
9. tanda tangan
10. di luar
11. di dalam
12. di kawasan
13. di sepanjang
14. bertanggung jawab
15. di hidupku
16. di kepala
17. di kemudian hari
Kata yang penulisannya digabung:
1. antarsekolah
2. antarteman
3. kacamata
4. fotokopi
5. diperhatikan
6. pancausaha
7. minimarket
8. tunanetra
9. waswas
10.ekstrakurikuler
11. dipertanggungjawabkan
Berbahasa Indonesia itu nggak perlu jadi kaku kok. Kita bisa menyesuaikan dengan lingkungan. Kalau boleh mengutip salah satu cuitan dari Ivan Lanin, "Utamakan Bahasa Indonesia, Pelihara Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing". Yuk mulai sekarang kita berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk mendapatkan PUEBI klik tautan berikut: PUEBI



sumber: http://www.provoke-online.com/index.php/lifestyle/lifestylenews/10707-mengenal-puebi-berbahasa-indonesia-yang-baik